Terminal Suramadu Beroperasi Tahun Depan

29 Jun 2010

Sebentar lagi kendaraan yang lalu lalang di Jembatan Suramadu akan semakin ramai. Proyek pembangunan Terminal Suramadu (Kedungcowek) sudah dimulai.

Terminal Tipe C di kaki Suramadu, tepatnya di Desa Kedungcowek Kec Semampir, ini akan berdiri di bekas lahan tambak seluas 7.000 m2. Lahan ini kemarin mulai diuruk dan sudah ada dua jembatan di depannya.

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengungkapkan, satu dari dua jembatan ini sifatnya sementara, untuk lewat kendaraan material. Sedangkan jembatan satunya untuk akses ke terminal. Kalau jembatan sudah jadi, baru dibangun landasannya, terang Irvan, Kamis (17/6).

Selain landasan, tahun ini juga dibangun pagar keliling, sebagian kantor, dan saluran air. Sedangkan untuk sarana dan prasarana lain akan dilanjutkan tahun berikut. Ini proyek multiyears selama tiga tahun. Awal 2011, terminal ini kami target sudah beroperasi, sambil melengkapi sarana prasarana lainnya, ujar Irvan.

Terminal Suramadu ini akan menggantikan Terminal Kenjeran yang akan dihapus karena selama ini memakai lahan milik TNI ALlahan yang digunakan menyewa lahan seluas sekitar 780 m2 milik TNI AL senilai Rp 50 juta per tahun.

Karena Terminal Kenjeran dihapus, maka enam trayek angkot akan dialihkan ke Terminal Suramadu. Setiap angkutan akan masuk dari Jl Kenjeran menuju Kedungcowek dan belok arah melalui bawah Jembatan Suramadu. Setelah itu, baru menuju Terminal Suramadu. Untuk angkot bisa ngetem (mangkal) di terminal, terang Irvan.

Bus kota tidak boleh mangkal di terminal, hanya boleh menaikkan atau menurunkan penumpang. Nantinya penumpang tujuan Madura bisa mencari bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang lewat di sana. Bus AKAP tak boleh parkir di terminal karena luas terminal kurang dari satu hektare, alasan Irvan.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Agus Santoso menilai lokasi terminal ini strategis. Selain membantu warga Kedungcowek dan sekitar, juga untuk membantu warga yang ingin ke Madura.

Tak hanya itu, lanjut Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Surabaya ini, terminal juga bisa memecah lalu lintas di kawasan Jl Kenjeran dan sekitar.

Agus berharap pembangunan terminal dilanjutkan dengan pembangunan sarana dan prasarana seperti pasar ikan dan pasar untuk pedagang kaki lima. Saya harap 2011 ini sudah direalisasikan, kata politisi Partai Demokrat (PD) ini. nuus

Sumber berita : http://www.surya.co.id/2010/06/18/


TAGS


-

Author

Follow Me