Logawa Celaka Karena Ngebut

1 Jul 2010

Enam orang tewas dan 73 lainnya luka-luka dalam kecelakaan Kereta Api (KA) kelas ekonomi Logawa jurusan Purwokerto-Surabaya-Jember di perbatasan Saradan, MadiunWilangan, Nganjuk, Selasa (29/6) pukul 02.30. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Rabu (30/6), menemukan data bahwa gerbong KA itu anjlok karena kecepatannya melebihi batas kewajaran.

Pada jalur ini, kecepatan maksimal seharusnya hanya 70 km/Jam. Tapi berdasarkan data loker yang kami temukan, kecepatan KA saat terjadi kecelakaan mencapai 84-89 km/jam, kata Investigator KNKT Whosep Muhtamar kepada wartawan di lokasi kejadian.

Pengamatan Surabaya Post, rel tempat kecelakaan di kilometer 133 plus antara KM 300400 itu menikung ke arah kanan dari arah KA Logawa melaju dari Madiun ke Surabaya. Di satu titik, rel sisi kiri (utara) patah. Bantalan beton bergeser dan sebagian patah. Kabel kawat yang merupakan jaringan komunikasi KA putus di sana-sini akibat terjengan gerbong yang anjlok.

Whosep menambahkan, kondisi patahan rel dimungkinkan bukan karena kerusakan sebelumnya. Rel itu patah setelah ada benturan keras dengan roda KA. Artinya dugaan hilangnya mur dan baut sementara bisa dimentahkan. Jadi kondisi rel masih dalam kondisi bagus, namun karena kecepatan KA melebihi batas menjadikan rel patah saat terjadi benturan, jelasnya.

Dari temuan ini dan hasil pemeriksaan, jelas dia, KNKT akan melakukan wawancara dengan pihak terkait. Di antaranya awak KA, petugas pemelihara jalan KA, dan perwakilan penumpang.

Whosep Muhtamar datang bersama empat anggota Tim KNKT untuk melakukan investigasi tragedi Logawa. Sesuai prosedur, tim akan langsung melakukan penyelidikan lebih kurang tiga bulan.

Hingga Rabu siang tadi, 23 korban masih dirawat di RS. Sedangkan 51 korban sudah diperbolehkan pulang. Di RSUD Panti Waluyo Caruban masih tersisa 18 orang. Lima lainnya dirujuk ke RSUD Soedono Madiun karena luka parah dan harus menjalani operasi.

Sedangkan 51 orang lainnya yang sudah keluar dari rumah sakit karena kondisi luka mereka relatif tidak parah. Mereka masih dalam observasi, kata perawat yang bertugas di UGD RSUD Panti Waluyo, Haryono, siang tadi.

Para kerabat penumpang yang terluka terlihat berdatangan ke rumah sakit untuk menjenguk kerabatnya yang masih dirawat. Anggota DPR RI daerah pemilihan 8, Sadarestuwati dari Komisi V datang menjenguk pasien yang terluka. Dia juga melihat langsung lokasi tempa kejadian. Setiap korban pasti akan mendapat bantuan, ungkap Sadarestuwati kepada penumpang yang terluka.

Sementara itu, sejak Selasa kemarin, KA dari arah barat menurunkan penumpangnya di Stasiun Madiun. PT KA Daops VII Madiun mengerahkan 45 bus untuk mengantarkan penumpang dari Jakarta, Bandung, dan Jogjakarta ke Stasiun Malang, Jombang, Jember, dan Surabaya. Penumpang tidak dipungut biaya untuk angkutan itu.

Hingga Rabu pagi tadi, sejumlah kereta dari barat tertahan di Madiun dan tak bisa melanjutkan perjalanan ke timur. Antara lain AK Bangunkarta (Jakarta-Jombang) yang datang pukul 05.23, KA Matarmaja (Jakarta-Malang) yang datang pukul 03.14 dinihari, KA Senja Kediri yang datang pukul 02.24, KA Malabar (Bandung Raya-Malang) yang datang pukul 03.53.

Sementara itu, PT Kereta Api masih berkonsentarasi memperbaiki rel yang patah. Perbaikan dijadwalkan selesai 12.00 WIB siang tadi. Selama menunggu perbaikan rel, seluruh perjalanan KA dialihkan melalui jalur utara.

Kepala Humas PT KA Daops VI Eko Budiyanto mengatakan, KA yang dialihkan melalui jalur utara antara lain KA Sancaka, KA Bima, KA Turangga, dan KA Gajayana. Semua kereta itu menuju ke arah Surabaya dan Malang, ujarnya.

Pengalihan jalur ini menyebabkan beberapa KA yang menuju ke arah barat (Yogyakarta) mengalami keterlambatan kedatangan sekitar satu hingga dua jam. Kondisi itu diperkirakan normal pukul 12.00 saat perbaikan rel selesai. Saat ini masih menunggu kedatangan kereta angkut mesin dari Cirebon untuk mengangkut bangkai gerbong yang anjlok, tutur Eko Budiyanto.

Wakil Kepala PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) VII Nur Amin mengatakan, kondisi rel sebenarnya bagus. Rel di jalur itu sudah menggunakan jenis R-54. Jadi sudah menggunakan rel yang paling besar, bantalan kayu juga sudah diganti beton, terangnya. Sekitar 15 hari lalu, lanjut dia, jalur itu juga dalam perbaikan.

KA kelas ekonomi Logawa jurusan Purwokerto-Jember mengalami kecelakaan di KM 133+3/4, di Desa Petung, Kec. Saradan, Kab. Madiun. Dua dari enam mayat terjepit di bawah kereta dan baru pukul 16.50 kemarin bisa dievakuasi.

Enam korban tewas dibawa ke ke kamar mayat Rumah Sakit Daerah (RSD) Panti Waluyo, milik Pemkab Madiun di Caruban. Sedangkan korban luka sebagian besar di rawat di RSD Kab. Madiun, dan beberapa orang dirawat di Rumah Sakit Umum Propinsi (RSUP) dr Soedono Madiun dan RSUD Nganjuk.

Rangkaian KA Logawa membawa 11 kereta. Dari 11 kereta tersebut tiga kereta (kereta ke 9, 10 dan 11) terlepas dari rangkaian dan anjlok serta terguling. Sedangkan kereta ke-5, 6, 7 dan 8 rodanya anjlok dari rel, namun tak terlepas dari rangkaian. Keempat kereta tersebut terseret sejauh sekitar 500 meter dalam kondisi roda mulai anjlok hingga anjok sama sekali. swd, viv,dtc

Sumber berita : http://www.surabayapost.co.id/


TAGS


-

Author

Follow Me