Jembatan Suramadu Akan Menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

17 Jan 2011

Lebih Hemat Dibanding Beli Listrik
Suramadu Akan Pakai Kincir Angin

Surabaya dan Jatim bakal menjadi daerah pertama yang memanfaatkan energi terbarukan jenis pembangkit tenaga angin (wind power) di Indonesia. Pasalnya, di Jembatan Suramadu bakal menggunakan pembangkit itu untuk penerangan jalan sepanjang 5,4 kilometer lebih.
Kepala Bidang Ketenagalistrikan Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia (Aklindo) Jatim Nelson Sembiring mengatakan, banyak hal yang mendasari pihaknya menggandeng Badan Pelaksana Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), selaku pengelola Jembatan Suramadu untuk mengembangkan wind power.
Kami mendukung upaya pemerintah mengembangkan energi terbarukan, selain untuk memanfaatkan tingginya arus angin di kawasan Suramadu, serta membantu penerangan di jembatan terpanjang dan sekitarnya, kata Nelson, di Surabaya, Selasa (11/1).
Menurutnya, selama ini penerangan di Suramadu sangat minim akibat tingginya beban biaya yang harus ditanggung ke PLN. Akibatnya, kawasan di sekitarnya hingga Bangkalan cenderung gelap di malam hari.
Ia bersyukur, BPWS telah mengeluarkan izin pengembangan wind power dan pembangkit tenaga surya yang nantinya untuk investor akan ditenderkan. Sekaligus, siap menggantikan listrik PLN.
Sebagai bukti keseriusan, mulai bulan depan kami melakukan studi terkait kecepatan angin di Jembatan Suramadu. Prinsipnya, jika kecepatan mencapai 3 meter per detik, bisa digunakan membangkitkan listrik tenaga angin papar Nelson.
Dengan kekuatan itu, ia menyebut rata-rata setiap titik lampu/tiang membutuhkan daya 500 watt, sebanyak 300 watt dari energi angin, sedang 200 watt energi surya.
Menurut Nelson, studi itu memakan waktu sekitar dua bulan dan diperkirakan April mendatang diharapkan sudah ada rencana matang untuk proyek ini.
Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan studi banding ke China untuk menyeleksi peralatan wind power dan energi surya, selain melihat potensi hibryd.
Nanti apakah akan dipasang satu kincir angin besar atau beberapa unit, tergantung studi. Yang jelas menggunakan teknologi tekan dan geser, yang bisa diubah sesuai arah angin, ujar Nelson.
Ketua Aklindo Jatim Sutan Kasidal menambahkan, untuk pengembangan wind power di Jembatan Suramadu, Aklindo menyiapkan dana tidak sedikit.
Dengan asumsi anggaran setiap tiang sekitar Rp 50 juta, jika jarak antartiang lampu 25 meter, dibutuhkan sekitar 110 tiang, sehingga investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 5,5 miliar, ungkap Sutan.
Wakil Ketua Kadin Jatim Adri Istambul Lingga Gayo menegaskan, potensi sektor industri dan lembaga lain mengembangkan energi terbarukan masih terbuka.
Ini menjadi sinergi antara lembaga dan pihak swasta dengan industri bahkan pemda, tandas Adri.

Sumberpustaka :http://www.surya.co.id/surabaya-raya/suramadu-akan-pakai-kincir-angin.html


TAGS Pembangkit Listrik Tenaga Angin Transportasi


-

Author

Follow Me